Laporan Evaluasi Program
Sustainable Youth Empowerment and SDGs Action
Dampak Program
Peningkatan Kapasitas
Lebih dari 500+ pemuda dan pelajar berhasil meningkatkan kompetensi di bidang literasi digital, kewirausahaan sosial, dan kepemimpinan berkelanjutan.
Pertumbuhan Ekonomi
Melahirkan 50+ wirausaha sosial baru dan membantu 100+ UMKM mengadopsi praktik bisnis hijau dan digitalisasi, meningkatkan pendapatan rata-rata 15%.
Dampak Lingkungan
Meningkatnya kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan sumber daya, terbukti dari 5 inisiatif komunitas untuk lingkungan.
Metode Pengukuran
Untuk memastikan akurasi dan validitas data dampak, kami menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods) yang komprehensif:
- Survei Pre-test dan Post-test: Mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah mengikuti program.
- Studi Kasus: Menganalisis secara mendalam kisah sukses beberapa penerima manfaat untuk memahami dampak kualitatif.
- Analisis Data Kuantitatif: Melacak metrik kinerja utama (KPIs) seperti tingkat partisipasi, pertumbuhan pendapatan UMKM, dan jumlah inisiatif yang dihasilkan.
- Wawancara Mendalam dan Focus Group Discussion (FGD): Menggali persepsi, tantangan, dan testimoni dari penerima manfaat dan pemangku kepentingan.
Laporan Pendanaan
Ringkasan Keuangan
Total alokasi dana untuk program ini didukung oleh berbagai mitra strategis, menunjukkan komitmen kolaboratif yang kuat.
Alokasi Anggaran
Deskripsi Kelompok Sasaran
Segmentasi penerima manfaat dari program Sustainable Youth Empowerment and SDGs Action mencakup beberapa kelompok strategis untuk menciptakan dampak sosial-ekonomi yang luas. Kelompok utama adalah pemuda dan pelajar di tingkat sekolah menengah, perguruan tinggi, serta komunitas lokal yang memiliki potensi kepemimpinan dan minat dalam kewirausahaan sosial. Mereka menjadi fokus utama karena peran strategisnya sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput.
Program juga menjangkau pendidik dan tenaga penggerak komunitas melalui pelatihan penguatan kapasitas dan metodologi pembelajaran inovatif. UMKM dan pelaku ekonomi lokal turut menjadi sasaran melalui pendampingan bisnis hijau dan digitalisasi usaha. Di beberapa wilayah, program juga melibatkan kelompok perempuan dan keluarga pra-sejahtera dalam inisiatif ekonomi kreatif, guna memperkuat kemandirian ekonomi dan kesetaraan gender (SDG 5 dan 8).
Dari sisi geografis, penerima manfaat tersebar di wilayah Kalimantan Selatan, Jawa, dan Taiwan, dengan fokus pada masyarakat yang membutuhkan peningkatan kapasitas dan akses terhadap sumber daya. Melalui segmentasi ini, Ghalih Foundation memastikan setiap intervensi relevan, inklusif, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat sesuai prinsip SDGs.
Laporan Keberlanjutan
Untuk memastikan dampak program terus berlanjut pasca-intervensi, Ghalih Foundation menerapkan strategi keberlanjutan berikut:
- Model Pendampingan Berkelanjutan: Mengembangkan jaringan alumni dan mentor lokal yang akan melanjutkan proses pendampingan kepada penerima manfaat baru secara mandiri.
- Pengembangan Jaringan & Ekosistem: Menghubungkan para wirausaha sosial dan UMKM binaan ke dalam ekosistem bisnis yang lebih luas, termasuk akses pasar dan pembiayaan.
- Alih Pengetahuan dan Teknologi: Modul pelatihan dan platform digital yang dikembangkan akan dijadikan sumber daya terbuka (open-source) yang dapat direplikasi oleh organisasi lain.
- Kemitraan Strategis Jangka Panjang: Memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan akademisi untuk mengintegrasikan model program ke dalam kebijakan lokal.
