Peta Jalan Strategis 2030
Mewujudkan Dampak Berkelanjutan Menuju Agenda SDGs 2030
Fase 1: Fondasi & Ekspansi (2024-2026)
Membangun dasar yang kuat, memperluas jangkauan, dan mengukur dampak awal sebagai landasan pertumbuhan berkelanjutan.
Konsolidasi & Penguatan Fondasi
- Penguatan sistem M&E berbasis data pada program yang sudah berjalan.
- Peningkatan kapasitas tim internal dan relawan melalui pelatihan profesional.
- Optimalisasi platform "Ghalih Connect" untuk manajemen pengetahuan.
- Memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan universitas.
Ekspansi & Peningkatan Skala
- Implementasi perluasan lokasi program ke wilayah baru: Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
- Peningkatan jumlah penerima manfaat sebesar 51%-100% dari target tahun sebelumnya.
- Peluncuran program hibah mikro untuk wirausaha sosial pemula di lokasi ekspansi.
- Menjalin kemitraan dengan lembaga internasional untuk program pertukaran pemuda dan inovasi.
Dampak Jangka Panjang & Advokasi Awal
- Melakukan studi dampak jangka panjang (longitudinal study) untuk mengukur perubahan sosio-ekonomi.
- Mengembangkan model program yang dapat direplikasi dan disebarluaskan sebagai best practice.
- Mengadvokasi kebijakan di tingkat lokal dan nasional berdasarkan temuan program.
- Menyelenggarakan konferensi internasional untuk berbagi pembelajaran.
Fase 2: Skala Lanjutan & Replikasi (2027-2028)
Memverifikasi model yang berhasil, mengembangkan inovasi digital, dan memberdayakan mitra untuk mereplikasi dampak.
Replikasi Model & Inovasi Digital
- Mengembangkan toolkit program "open-source" untuk direplikasi oleh mitra lokal.
- Meluncurkan platform e-learning lanjutan dengan sertifikasi micro-credentials.
- Memulai program inkubasi untuk 20 wirausaha sosial alumni.
- Memperluas kemitraan ke negara-negara ASEAN.
Penguatan Ekosistem & Dampak Kolektif
- Membentuk "Aliansi Pemuda untuk SDGs" sebagai wadah kolaborasi nasional.
- Meluncurkan laporan dampak komprehensif dua tahunan.
- Mengintegrasikan teknologi AI untuk analisis data dan personalisasi pembelajaran.
- Menggandakan jumlah UMKM yang terdigitalisasi dalam jaringan.
Fase 3: Kepemimpinan & Warisan (2029-2030)
Memposisikan yayasan sebagai pemimpin pemikiran, memengaruhi kebijakan, dan memastikan warisan program yang berkelanjutan pasca-2030.
Advokasi Kebijakan & Pengaruh Sistemik
- Bekerja sama dengan pemerintah untuk mengintegrasikan modul pendidikan SDGs ke dalam kurikulum non-formal.
- Mempresentasikan model Ghalih Foundation di forum PBB atau forum internasional relevan lainnya.
- Meluncurkan "Dana Abadi Pendidikan Berkelanjutan" untuk keberlangsungan jangka panjang.
Evaluasi Agenda 2030 & Visi Masa Depan
- Melakukan evaluasi akhir kontribusi program terhadap pencapaian Agenda SDGs 2030 di Indonesia.
- Menyelenggarakan "KTT Pemuda SDGs 2030" untuk merayakan pencapaian dan merumuskan visi pasca-2030.
- Mempublikasikan buku atau dokumenter tentang perjalanan dan pembelajaran program.
